Mengenal Proses Produksi Kain Greige: Dari Benang hingga Siap Finishing
Kain greige adalah kain mentah yang belum melalui proses pewarnaan atau finishing. Meski terlihat sederhana, proses pembuatan kain greige memerlukan ketelitian tinggi agar hasilnya bisa memenuhi kebutuhan pelanggan. Yuk, kenali lebih dalam bagaimana proses produksi kain greige dilakukan!
1. Pemilihan Benang

Segalanya dimulai dari benang. Naputex menggunakan benang berkualitas tinggi mulai dari cotton, CVC, TC, hingga modal cotton yang disesuaikan dengan kebutuhan produksi pelanggan. Kualitas benang akan menentukan kekuatan dan handfeel kain nantinya.
2. Proses Knitting (Perajutan)

Tahap berikutnya adalah knitting, di mana benang diolah menjadi lembaran kain menggunakan mesin circular knitting. Jenis mesin seperti Fukuhara, Mayer, dan Pailung digunakan untuk menghasilkan berbagai pola rajutan seperti:
- Single Knit
- Double Knit
- Piqué
- Baby Terry
- Fleece
Setiap pola rajutan punya karakteristik unik sesuai kebutuhan industri garmen.
3. Pemeriksaan dan Quality Control
Setelah proses knitting selesai, setiap kain greige melewati tahap 100% inspeksi kualitas untuk memastikan tidak ada cacat, lubang, atau ketidaksesuaian spesifikasi.
Naputex menerapkan sistem inspeksi menyeluruh agar setiap meter kain yang dikirim memenuhi standar yang telah disepakati dengan pelanggan.
4. Proses Finishing (Tahap Lanjutan)
Meskipun Naputex fokus pada kain greige, produk ini menjadi bahan dasar penting untuk proses lanjutan seperti:
- Dyeing (pewarnaan)
- Washing (pencucian)
- Bleaching (pemutihan)
- Finishing (softening, anti-bakteri, water-repellent, dll)
Kualitas kain greige yang stabil memudahkan proses lanjutan berjalan optimal tanpa kendala teknis.
Kesimpulan
Kain greige bukan sekadar produk mentah, tapi fondasi utama dari seluruh rantai industri tekstil. Melalui proses produksi yang presisi dan kontrol kualitas yang ketat, Naputex menghadirkan kain greige berkualitas tinggi yang siap digunakan untuk berbagai kebutuhan industri fashion dan garmen.