×
Sertifikasi Halal dalam Industri Tekstil dan Fashion

Mengenal Sertifikasi Halal dalam Industri Tekstil dan Produk Fashion

Ketika mendengar kata halal, banyak orang langsung mengaitkannya dengan makanan dan minuman. Padahal, pembahasan halal juga dapat berkaitan dengan produk lain, termasuk barang yang digunakan sehari-hari dan bagian dari rantai pasok industri fashion. Dalam industri tekstil, sertifikasi halal menjadi salah satu aspek yang menarik untuk dipahami, terutama bagi pelaku usaha yang ingin memperhatikan bahan, proses produksi, dan persyaratan produk sesuai ketentuan yang berlaku. Lalu, apa hubungan sertifikasi halal dengan industri tekstil? Mengapa hal ini mulai relevan untuk diperhatikan oleh pelaku usaha fashion?


Apa Itu Sertifikasi Halal?

Sertifikasi halal merupakan pengakuan atas kehalalan suatu produk berdasarkan proses pemeriksaan dan ketentuan yang berlaku. Di Indonesia, penyelenggaraan jaminan produk halal melibatkan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH), dengan proses pemeriksaan kehalalan yang dilaksanakan sesuai mekanisme dan kewenangan yang ditetapkan. Sertifikasi halal tidak hanya berkaitan dengan nama atau jenis produk. Dalam lingkup yang relevan, penilaian dapat mencakup bahan yang digunakan serta proses yang berkaitan dengan produk tersebut. Ketentuan dan cakupan sertifikasi dapat berbeda menurut kategori produk. Karena itu, status halal suatu produk perlu merujuk pada sertifikat dan ruang lingkup yang benar-benar dimiliki, bukan sekadar asumsi berdasarkan jenis barangnya.


Mengapa Sertifikasi Halal Relevan bagi Industri Tekstil?

Produk tekstil melewati berbagai tahapan sebelum menjadi pakaian siap pakai. Prosesnya dapat melibatkan bahan baku, benang, proses perajutan atau penenunan, pewarnaan, finishing, hingga pengolahan lebih lanjut menjadi produk fashion. Dalam konteks sertifikasi halal, bahan dan proses yang digunakan dapat menjadi bagian dari pertimbangan sesuai ruang lingkup produk dan ketentuan yang berlaku.

Hal ini membuat pemahaman mengenai sertifikasi halal relevan bagi pelaku industri tekstil, terutama perusahaan yang ingin memastikan proses usahanya memenuhi persyaratan sertifikasi untuk produk atau kegiatan yang tercakup. Meski demikian, sertifikasi halal tidak berarti setiap jenis kain atau pakaian otomatis wajib memiliki sertifikat yang sama. Kewajiban dan persyaratannya perlu dilihat berdasarkan kategori produk, regulasi, serta ruang lingkup sertifikasi yang berlaku.


Apa Manfaatnya bagi Pelaku Usaha Fashion?

Bagi pemilik clothing brand, produsen pakaian, dan pelaku usaha tekstil, sertifikasi halal dapat menjadi salah satu pertimbangan dalam memilih mitra bisnis dan mengelola rantai pasok.Ada beberapa hal yang membuatnya relevan.

1. Menambah informasi dalam pemilihan pemasok

Pelaku usaha dapat mempertimbangkan status sertifikasi pemasok sebagai bagian dari proses evaluasi. Informasi ini membantu perusahaan memahami aspek kepatuhan yang telah dipenuhi pemasok, selama sertifikatnya sesuai dengan produk dan ruang lingkup yang dibutuhkan.

2. Mendukung transparansi rantai pasok

Dalam industri fashion, satu produk dapat melibatkan banyak pihak. Informasi yang jelas mengenai bahan, proses, dan dokumen pendukung dapat membantu pelaku usaha melakukan penelusuran serta evaluasi rantai pasok dengan lebih terstruktur.

3. Menjadi nilai tambah dalam membangun kepercayaan

Sertifikasi yang relevan dapat menjadi salah satu informasi pendukung bagi pelanggan dan mitra bisnis. Namun, kepercayaan tidak hanya dibangun dari sertifikat. Konsistensi kualitas, ketepatan spesifikasi, pelayanan, dan transparansi tetap menjadi bagian penting dalam hubungan bisnis.


Sertifikasi Halal Bukan Satu-Satunya Ukuran Kualitas Kain

Penting untuk membedakan fungsi sertifikasi halal dengan standar mutu tekstil. Sertifikasi halal berkaitan dengan pemenuhan persyaratan kehalalan sesuai ruang lingkup yang ditetapkan. Sementara itu, kualitas kain perlu dinilai melalui aspek lain, seperti komposisi serat, gramasi, lebar kain, kekuatan, kestabilan ukuran, warna, dan konsistensi hasil produksi. Dengan kata lain, status sertifikasi halal tidak otomatis menunjukkan bahwa kain lebih kuat, lebih lembut, atau lebih awet dibandingkan kain lain. Bagi pelaku usaha fashion, pendekatan yang tepat adalah menilai setiap aspek sesuai fungsinya. Persyaratan halal diperiksa melalui dokumen dan ruang lingkup sertifikasi, sedangkan kualitas kain dievaluasi melalui spesifikasi serta pemeriksaan teknis yang sesuai.


Komitmen Naputex terhadap Sertifikasi Halal

Sebagai produsen kain greige atau kain rajut mentah, Naputex terus mengembangkan aspek yang mendukung kepercayaan dalam hubungan bisnis dengan pelanggan.

Naputex telah memperoleh sertifikasi halal. Pencapaian ini menjadi salah satu bagian dari komitmen perusahaan dalam memenuhi persyaratan yang tercakup dalam sertifikasi serta memberikan informasi yang lebih jelas kepada mitra bisnis. Sertifikasi halal tersebut melengkapi aspek lain yang menjadi perhatian Naputex dalam kegiatan produksi, termasuk pemeriksaan kain 100% pada setiap roll sesuai prosedur perusahaan. Bagi calon pelanggan, informasi mengenai sertifikasi dan proses pemeriksaan kain dapat menjadi bahan pertimbangan saat mengevaluasi pemasok. Meski demikian, setiap kebutuhan tetap perlu disesuaikan dengan spesifikasi kain, persyaratan produksi, dan ruang lingkup sertifikasi yang relevan.


Apa yang Perlu Diperhatikan Saat Memilih Pemasok Kain?

Sebelum bekerja sama dengan pemasok, pelaku usaha fashion sebaiknya melakukan evaluasi secara menyeluruh. Beberapa hal yang dapat diperiksa meliputi:

  • Spesifikasi kain: pastikan jenis bahan, komposisi, gramasi, lebar, dan karakter kain sesuai kebutuhan produk.

  • Konsistensi kualitas: tanyakan bagaimana proses pemeriksaan dan pengendalian kualitas dilakukan.

  • Dokumen pendukung: periksa sertifikat atau dokumen lain yang relevan, termasuk masa berlaku dan ruang lingkupnya.

  • Kapasitas produksi: pastikan pemasok mampu memenuhi kebutuhan volume dan jadwal produksi.

  • Komunikasi bisnis: pilih pemasok yang dapat menjelaskan spesifikasi, batasan produk, dan proses pemesanan secara transparan.

Langkah-langkah tersebut membantu pelaku usaha membangun rantai pasok yang lebih terencana, tanpa bergantung pada satu indikator saja.


Kesimpulan

Sertifikasi halal merupakan salah satu aspek yang dapat diperhatikan dalam industri tekstil dan fashion, khususnya ketika berkaitan dengan bahan, proses, serta persyaratan produk yang tercakup dalam sertifikasi. Bagi pelaku usaha, memahami ruang lingkup sertifikasi dan memeriksa dokumen pendukung merupakan langkah penting agar keputusan bisnis dibuat berdasarkan informasi yang tepat. Di samping itu, kualitas kain, konsistensi produksi, dan kemampuan pemasok tetap perlu dievaluasi secara terpisah. Dengan mempertimbangkan berbagai aspek tersebut, pelaku usaha fashion dapat memilih mitra rantai pasok yang sesuai dengan kebutuhan dan standar bisnisnya.